BONAI DARUSSALAM, GadabajraNews.com – pendidikan di daerah perbatasan kembali menjadi perhatian. Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M., turun langsung meninjau kondisi SDN 007 dan SMP 05 Bonai Darussalam pada Jumat (18/7/2025), menyaksikan sendiri betapa jauhnya fasilitas pendidikan di wilayah ini dari kata layak.
Dalam kunjungannya, Wabup Syafaruddin Poti melihat anak-anak belajar di ruang sempit dengan plafon kelas yang rusak, meja dan kursi lapuk tak layak pakai, serta WC sekolah yang tidak berfungsi memaksa siswa harus menumpang ke rumah warga untuk buang air. Halaman sekolah terlihat rusak, tanpa pagar pengaman, dan perpustakaan pun belum dimiliki oleh sekolah ini.
Sementara itu, SMP 05 Bonai Darussalam juga menghadapi tantangan serius dengan kekurangan ruang belajar. Para siswa terpaksa mengikuti pembelajaran secara bergantian karena keterbatasan ruangan.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup didampingi oleh sejumlah pihak, di antaranya Kepala Desa Bonai Rais Am, Ketua BPD Eduar Wahid, Babinsa Bonai Peltu M. Sitepu, Kepala Sekolah Zamzuri beserta jajaran, Panglimo Sakti Kafrizal, para Ninik Mamak, serta tokoh masyarakat setempat.
Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Syafaruddin Poti menegaskan komitmennya untuk segera mengambil tindakan nyata.
“Pendidikan adalah hak dasar dan tanggung jawab kita semua. Saya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menggandeng perusahaan sekitar serta tokoh desa dan adat untuk mewujudkan pembangunan sekolah ini. Anak-anak kita harus belajar di ruang kelas yang layak, bukan begini,” ujar Syafaruddin Poti dengan tegas.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh masyarakat setempat. Kafrizal, tokoh masyarakat sekaligus Panglimo Sakti, mengungkapkan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang mau mendengar keluh kesah kami. Harapan kami pembangunan SD dan SMP ini segera terwujud karena ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak kami,” tuturnya.
Kini, masyarakat Bonai Darussalam menggantungkan harapan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk mewujudkan fasilitas pendidikan yang layak di wilayah perbatasan. Demi masa depan anak-anak yang lebih cerah, langkah nyata sangat dinanti.













