TAPUNG HILIR, GadabajraNews.com — Kondisi memprihatinkan dialami sebuah keluarga kurang mampu di Desa Tapung Hilir, Kecamatan Tapung Makmur. Seorang ibu rumah tangga bernama Lidya Pasaribu memohon bantuan kemanusiaan untuk suaminya, Bruno Siregar, yang saat ini ditahan di Polsek Tapung Hilir atas dugaan pencurian buah sawit sebanyak tiga tandan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai tiga tandan buah sawit tersebut jika diuangkan hanya sekitar Rp138 ribu. Namun akibat perkara itu, Bruno Siregar harus menjalani penahanan, sementara kondisi keluarganya kini berada dalam situasi sulit.
Saat ini, anak pasangan tersebut diketahui sedang sakit, sementara Lidya Pasaribu juga dalam kondisi kurang sehat. Di tengah keterbatasan tersebut, Lidya menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keluarga ini juga diketahui tidak memiliki sanak saudara di Tapung Makmur dan masih tinggal di rumah kontrakan.
Menanggapi kondisi tersebut, Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) telah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada Kapolsek Tapung Hilir. Namun hingga 15 hari sejak surat disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian setempat.
Wakil Ketua DPP GERMAS PPA, Rika Parlina, menegaskan bahwa kasus ini seharusnya dapat dilihat dari sudut pandang kemanusiaan dan perlindungan terhadap perempuan serta anak.
“Kami tidak membenarkan perbuatan melawan hukum, namun aparat penegak hukum juga perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan kemanusiaan keluarga yang ditinggalkan. Anak sedang sakit, istri dalam kondisi tidak sehat, dan mereka tidak memiliki penopang ekonomi lain. Penahanan ini berdampak langsung pada perempuan dan anak,” ujar Rika Parlina.
Ia juga berharap Polsek Tapung Hilir dapat merespons surat permohonan yang telah diajukan dan membuka ruang dialog yang konstruktif.
“Kami berharap ada kebijaksanaan dan respons cepat dari pihak kepolisian. Penangguhan penahanan sangat memungkinkan secara hukum dan akan menjadi bentuk kehadiran negara yang berkeadilan dan berperikemanusiaan,” tambahnya.
GERMAS PPA mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan elemen masyarakat, untuk turut memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga Lidya Pasaribu yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan.













