MadiunTNI/POLRI

Polri Hadir, Berikan Pengamanan Audiensi PKL Alun alun Kota Madiun

×

Polri Hadir, Berikan Pengamanan Audiensi PKL Alun alun Kota Madiun

Sebarkan artikel ini

KOTA MADIUN, Gadabajranews.com – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Kota Madiun bersama Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) berangkat menuju Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun untuk mengikuti audiensi terkait rencana relokasi lapak, Kamis (2/4/2026) siang.

Kegiatan berlangsung dengan pengawalan Polres Madiun Kota guna menjaga situasi tetap kondusif.

Sekitar 50 orang peserta yang dikoordinatori Ketua SBMR, Aris Budiono, berangkat dari titik kumpul parkir Alun-Alun Barat menggunakan kurang lebih 25 kendaraan roda dua.

Rombongan melintasi rute Jalan Kolonel Marhadi – Jalan Panglima Sudirman – Jalan Jambu – Jalan Wuni – Jalan Kemiri – Jalan Asahan – Jalan Salak hingga tiba di Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan PKL menyampaikan sejumlah keberatan, di antaranya penolakan relokasi lapak di area paving sebelah barat, keterbatasan lokasi baru yang dinilai tidak mampu menampung seluruh pedagang, serta kekhawatiran penurunan omzet.

Selain itu, pedagang juga mempersoalkan pembatasan waktu berdagang shift pagi pukul 12.00–16.00 WIB yang dianggap terlalu singkat dan berharap dimulai pukul 10.00 WIB. Keluhan lain juga disampaikan terkait dampak relokasi terhadap parkir dan dugaan intimidasi saat penertiban kebersihan.

Pengamanan kegiatan dilakukan oleh personel Polres Madiun Kota dan Polsek Jajaran.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto SIK., menegaskan bahwa kepolisian hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.

“Polres Madiun Kota memberikan pelayanan dengan wujud berupa pengamanan dan pengawalan agar audiensi berjalan kondusif. Kami mengedepankan pendekatan humanis, serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa gangguan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SBMR, Aris Budiono, mengatakan audiensi dilakukan untuk menyampaikan aspirasi pedagang yang terdampak rencana relokasi.

“Kami membawa aspirasi PKL yang keberatan dengan relokasi, terutama terkait kapasitas tempat, jam operasional, dan kekhawatiran penurunan pendapatan. Harapannya ada solusi terbaik yang tidak merugikan pedagang kecil,” tegasnya.

Audiensi di Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun berlangsung dengan pengawalan kepolisian dan situasi terpantau aman serta kondusif.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *