MadiunTNI/POLRI

Polisi Gerak Cepat Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Rumah Kos Kanigoro

×

Polisi Gerak Cepat Tangani Penemuan Warga Meninggal Dunia di Rumah Kos Kanigoro

Sebarkan artikel ini

Kota Madiun, Gadabajranews.com – Polres Madiun Kota Polda Jatim bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di sebuah rumah kos di wilayah Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (4/3/2026).

Diketahui korban bernama Slamet (68), warga Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, yang sehari-hari bekerja sebagai pengambil sampah di Perum Asabri Kanigoro.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar kos milik Moh Isni yang beralamat di Jalan Masjid No. 2 RT 021 RW 005, Kelurahan Kanigoro.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WIB saat seorang warga bernama Farid yang hendak mengantarkan pakaian laundry dan makanan ke kamar korban tidak mendapat respons ketika mengetuk pintu.

Saat mengintip melalui jendela kamar yang dalam keadaan terbuka, saksi melihat korban dalam posisi tidak bergerak. Mengetahui hal tersebut, Farid kemudian memanggil pemilik kos, Moh Isni.

Keduanya bersama-sama mendatangi kamar korban yang dalam kondisi terkunci dari dalam. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan kondisi tubuh kaku.
Moh Isni kemudian memeriksa denyut nadi korban dan memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, Polres Madiun Kota segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP bersama Unit Inafis Satreskrim dan tim Dokkes Polres Madiun Kota.

Kapolsek Kartoharjo Kompol Mujo Prajoko, SH mengatakan dari hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

“Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya yang kurang baik, di antaranya merasa kedinginan serta memiliki riwayat hipertensi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soedono untuk dilakukan pemeriksaan luar (Visum Et Repertum),” ujarnya.

Pihak keluarga yang diwakili keponakan korban, Agus Purnomo, menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga tidak menghendaki proses pengusutan lebih lanjut serta berencana memakamkan jenazah secara agama dan adat di Ponorogo.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, SIK menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami memastikan setiap laporan dari masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional. Dalam peristiwa ini, anggota langsung turun ke lokasi untuk memastikan penyebab kematian serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian serupa,” tegas AKBP Wiwin.

Kapolres menambahkan bahwa kehadiran anggota di lokasi merupakan bentuk pelayanan dan respons cepat Polri kepada masyarakat dalam setiap peristiwa yang terjadi, guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (Eng/Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *