BeritaRiauRokan Hulu

Ratusan Massa Persukuan Melayu Rantau Kasai Datangi Polres Rohul, Desak Penjelasan Penahanan Tokoh

×

Ratusan Massa Persukuan Melayu Rantau Kasai Datangi Polres Rohul, Desak Penjelasan Penahanan Tokoh

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu,(Riau) Gadabajranews.com –  Ratusan warga dari Persukuan Melayu Rantau Kasai, Kecamatan Tambusai Utara, mendatangi Mapolres Rokan Hulu, Selasa (7/4/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait penahanan salah satu tokoh mereka, Sariman Siregar, oleh pihak kepolisian.

Kehadiran massa yang cukup besar tersebut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan terhadap Sariman Siregar yang dikenal sebagai salah satu penggerak aktif di lingkungan persukuan. Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kaum laki-laki hingga perempuan, serta pengurus persukuan yang tampil mengenakan busana adat Melayu.

Dalam penyampaian aspirasi, massa melakukan orasi secara bergantian di depan Mapolres Rohul. Bahkan, sebagian badan jalan sempat dipadati oleh peserta aksi, sehingga arus lalu lintas harus diberlakukan sistem buka-tutup dengan memanfaatkan satu jalur yang masih bisa dilalui kendaraan.

Penahanan Sariman Siregar oleh aparat penegak hukum memicu reaksi dari masyarakat Rantau Kasai yang menginginkan adanya transparansi dan kejelasan terkait proses hukum yang tengah berjalan. Mereka menilai pentingnya komunikasi terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Salah satu perwakilan massa, Tomy, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya baru mengetahui informasi penahanan tersebut dilakukan oleh Polda Riau. Ia juga menyoroti keterlibatan pihak lain dalam penanganan persoalan tersebut.

“Kami sebagai masyarakat berharap aparat kepolisian bisa hadir dan memberikan penjelasan kepada kami. Jangan sampai muncul kesan kami dibenturkan dengan pihak lain. Kami ingin kejelasan, kenapa sampai ada keterlibatan TNI dalam ranah sipil,” ungkapnya.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Massa aksi juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Para peserta aksi berharap adanya respons dari pihak berwenang serta dibukanya ruang dialog agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Sampai dengan berakhirnya aksi, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *