BeritaBudayaPemerintahRiauRokan Hulu

Silaturahmi Raja Luhak Rambah XI ke Disparbud Rohul, Bahas Replika Istana dan Revitalisasi Sejarah Melayu

31
×

Silaturahmi Raja Luhak Rambah XI ke Disparbud Rohul, Bahas Replika Istana dan Revitalisasi Sejarah Melayu

Sebarkan artikel ini

Rokan Hulu,(Riau) Gadabajranews.com – Upaya menghidupkan kembali kejayaan sejarah Melayu Rokan Hulu terus digelorakan. Pada Kamis (23/10/2025), Raja Luhak Rambah ke XI, dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, bersama rombongan tokoh adat dan bangsawan Rambah, melakukan silaturahmi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu.
Pertemuan berlangsung hangat, penuh semangat pelestarian budaya dan rasa kekeluargaan.

Rombongan kerajaan turut dihadiri oleh Datuk Yusrizal KD, SH, MH, Datuk Marjeni SE, MM (Datuk Bendoro), Agusman Nasution Sutan Kumalugunong, Alisman Datuk Mangku Dewo, serta Abdulrahman Datuk Simaharajo.

Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul, H. Helfiskar, SH, MH, bersama jajaran.

Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas rencana pembangunan replika Istana Kerajaan Rambah, sebuah gagasan besar yang diinisiasi oleh Bupati Rokan Hulu sebagai upaya menghadirkan kembali simbol kejayaan masa lalu dan memperkuat identitas budaya daerah.

Menurut Kadisparbud Rohul, H. Helfiskar, tahap awal yang akan dilakukan adalah seminar sejarah dan budaya, untuk menentukan bentuk arsitektur istana berdasarkan kajian para sejarawan, budayawan, dan tokoh adat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Pustaka Riau–Kepri dan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau. Walau belum ditemukan bentuk visual istana yang autentik, keberadaannya diakui dalam sejarah. Hasil seminar nantinya akan menjadi dasar penentuan bentuk dan desain replika istana,” jelas Helfiskar.

Ia menambahkan, usai seminar, pihaknya akan membentuk Tim Identifikasi Data (TID) Kebudayaan yang bertugas menyiapkan rancangan arsitektur istana sebelum diajukan kepada Bupati untuk proses pembangunan fisik.

Sementara itu, Raja Luhak Rambah XI, dr. H. Tengku Afrizal Dachlan, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pembangunan replika istana bukan sekadar proyek, melainkan gerakan kebangkitan jati diri masyarakat Rambah.

“Replika istana ini bukan hanya bangunan, tapi simbol kebesaran sejarah dan identitas kami. Langkah ini sangat mulia untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang hampir terlupakan,” ujar Tengku Afrizal.

Selain membahas replika istana, silaturahmi itu juga menyoroti pentingnya pembentukan tim penelusuran situs cagar budaya di berbagai wilayah Rokan Hulu. Tim ini akan melakukan pendataan dan dokumentasi terhadap peninggalan sejarah yang masih tersebar di tengah masyarakat.

“Masih banyak warisan budaya yang belum terdokumentasi dengan baik. Saatnya kita bersatu menggali dan memperkenalkan kembali sejarah Rokan Hulu kepada generasi muda,” tutur Helfiskar menegaskan.

Pertemuan ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama antara Lembaga Adat Luhak Rambah dan Pemerintah Daerah dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya lokal.

Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal besar bagi kebangkitan sejarah dan kebudayaan Rokan Hulu di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *