Jawa TimurKesehatanMagetan

RSUD dr. Sayidiman Magetan Gelar Penyuluhan World Vitiligo Day, Edukasi Masyarakat Kenali dan Tangani Vitiligo

×

RSUD dr. Sayidiman Magetan Gelar Penyuluhan World Vitiligo Day, Edukasi Masyarakat Kenali dan Tangani Vitiligo

Sebarkan artikel ini

Magetan, Gadabajranews.com – Dalam rangka memperingati World Vitiligo Day 2026, RSUD dr. Sayidiman Magetan menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan tentang vitiligo di ruang tunggu Poliklinik Rawat Jalan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit vitiligo, mulai dari penyebab, pencegahan hingga penanganannya.

Penyuluhan menghadirkan narasumber dr. Eddy Tjiahyono, Sp.DVE, yang memberikan penjelasan secara langsung kepada pasien dan keluarga pasien yang hadir. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa vitiligo merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak putih akibat hilangnya pigmen kulit.

“Vitiligo bukanlah penyakit menular. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun ras. Karena itu masyarakat tidak perlu mengucilkan penyandang vitiligo, melainkan memberikan dukungan agar mereka tetap percaya diri,” ujar dr. Eddy Tjiahyono, Sp.DVE., pada Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor internal yang dapat memicu munculnya vitiligo, di antaranya penyakit autoimun, faktor genetik atau keturunan, stres oksidatif, gangguan pada sistem saraf, hingga tekanan emosional. Sementara faktor eksternal meliputi cedera pada kulit, paparan bahan kimia, deterjen, kosmetik tertentu, polusi, radikal bebas, serta paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan.

Lebih lanjut, dr. Eddy menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan vitiligo secara total. Namun, berbagai terapi dan perawatan dapat membantu mengendalikan penyebaran penyakit serta mengembalikan sebagian warna kulit.

“Penanganan vitiligo harus dilakukan sesuai kondisi masing-masing pasien. Penggunaan tabir surya minimal SPF 30, mengenakan pakaian yang melindungi kulit, penggunaan obat oles seperti kortikosteroid atau inhibitor kalsineurin, hingga terapi cahaya dapat menjadi pilihan. Yang paling penting adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin agar mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat,” jelasnya.

Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan melalui kegiatan tersebut berharap edukasi kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengenali gejala vitiligo sejak dini sekaligus menghilangkan stigma yang masih berkembang di masyarakat.

“Melalui peringatan World Vitiligo Day ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa vitiligo bukan penyakit menular dan dapat ditangani dengan baik apabila pasien mendapatkan pemeriksaan serta terapi yang tepat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada penyandang vitiligo, melainkan memberikan dukungan agar kualitas hidup mereka tetap baik,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. RSUD dr. Sayidiman Magetan berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga lebih peduli terhadap kesehatan kulit dan tidak ragu memeriksakan diri apabila menemukan gejala yang mengarah pada vitiligo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *