PEKANBARU, Gadabajranews.com – Kamis (7/5/2026), Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor. Sejumlah program yang dijalankan dalam satu tahun terakhir mulai menunjukkan hasil dan dirasakan masyarakat.

Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah kota. Hingga saat ini, lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki dan 42 halte diremajakan. Pemerintah juga memasang lampu penerangan jalan serta menyediakan layanan wifi gratis di sejumlah titik untuk menunjang aktivitas warga.
Selain infrastruktur, penanganan banjir turut menjadi perhatian. Pemerintah melakukan pembenahan di 20 titik rawan banjir melalui normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer dan perbaikan drainase serta daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer.

Di bidang lingkungan, Pemko Pekanbaru menggencarkan Gerakan Serbu Sampah dan membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di seluruh kelurahan. Penindakan terhadap pembuang sampah ilegal dilakukan secara bertahap, bersamaan dengan penertiban 175 tiang reklame yang dinilai melanggar ketentuan.
Pemerintah kota juga mulai mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Upaya penghijauan dilakukan melalui penanaman 15 ribu pohon untuk mendukung konsep Pekanbaru Green City.
Pada sektor pelayanan publik, masyarakat kini dapat memanfaatkan Mobil AMAN untuk mengakses layanan administrasi kependudukan secara lebih mudah. Pemerintah juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 guna meningkatkan pelayanan keamanan dan kedaruratan.
Di bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa jenjang S1 hingga S3, termasuk untuk hafiz Al-Qur’an. Program Zero Putus Sekolah berhasil menjaring 1.778 anak, sementara 757 anak di antaranya kembali melanjutkan pendidikan.
Pemerintah turut membantu penyelesaian ijazah yang tertahan dan memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa. Program satu PAUD di setiap kelurahan juga direalisasikan sebagai bagian dari dukungan terhadap wajib belajar 13 tahun.
Sementara itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui bazar pangan murah di 50 lokasi dan program bantuan Rp100 juta per RW. Pemerintah juga mengangkat PPPK dan PPPK paruh waktu serta memberikan tunjangan kinerja ke-14 guna memperkuat kualitas aparatur.
Dalam bidang budaya, Pemerintah Kota Pekanbaru sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota dan meraih juara II MTQ tingkat Provinsi Riau. Festival Kreatif Budaya Melayu turut digelar untuk mendukung pelestarian budaya dan pertumbuhan UMKM.
Aktivitas olahraga masyarakat juga mendapat perhatian melalui penyelenggaraan Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Di sisi tata kelola pemerintahan, Pemko Pekanbaru berhasil melunasi utang daerah sebesar Rp467 miliar. Proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini juga dipercepat dan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Pemerintah Kota Pekanbaru turut mendukung Program Strategis Nasional (PSN), di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis melalui 27 dapur umum dan pembentukan 83 Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan.
Digitalisasi pendidikan mulai diterapkan melalui penyediaan smartboard di sekolah negeri. Selain itu, program Sekolah Rakyat tengah dipersiapkan dengan dukungan lahan yang telah tersedia.
Pada sektor perumahan, pemerintah membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 unit rumah lainnya. Pembangunan jaringan gas kota juga terus berjalan dan kini telah mencapai sekitar 20 ribu sambungan rumah.
Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.(ADV)













