PeristiwaPonorogo

Empat Bocah Tenggelam di Sungai Dung Sulur Ponorogo, Satu Meninggal Dunia

×

Empat Bocah Tenggelam di Sungai Dung Sulur Ponorogo, Satu Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

PONOROGO, Gadabajranews.com – Suasana ceria libur akhir pekan berubah menjadi duka mendalam di Dukuh Ngerdani, Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Empat bocah dilaporkan tenggelam saat memancing dan berenang di Sungai Dung Sulur pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga sekitar. Dari empat korban, tiga anak berhasil diselamatkan oleh seorang penambang pasir setempat, sementara satu bocah lainnya ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang terbawa arus sungai yang memiliki kedalaman sekitar 5 hingga 6 meter.

Aksi penyelamatan heroik dilakukan Jamal (22), seorang pencari pasir yang saat itu tengah bekerja di bagian hilir sungai. Ia mengaku langsung berlari menuju lokasi setelah mendengar teriakan minta tolong dari para korban.

“Awalnya saya dengar mereka berteriak minta tolong. Saya langsung mendatangi lokasi dan menolong dua anak terlebih dahulu. Satu anak lainnya masih sempat berpegangan rumput di pinggir sungai,” ujar Jamal saat menceritakan detik-detik penyelamatan.

Dengan keberanian dan kesigapannya, Jamal berhasil menyelamatkan tiga bocah yang diketahui masih berusia sekitar 8 tahun. Ketiganya selamat, namun mengalami syok berat usai berjuang melawan derasnya arus sungai.

Sementara itu, satu korban lainnya tidak berhasil diselamatkan saat proses evakuasi awal. Warga bersama tim pencari kemudian melakukan pencarian intensif selama kurang lebih satu jam hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Jenazah korban langsung dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Informasi sementara menyebutkan seluruh korban merupakan warga Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai maupun lokasi berbahaya lainnya.

Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama saat debit air cukup dalam dan arus terbilang deras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *