BeritaJawa TimurPemerintah

Musdes Rembuk Stunting dan Penyusunan RKP Desa 2027, Desa Girimulyo Prioritaskan Pembangunan dan Pencegahan Stunting

×

Musdes Rembuk Stunting dan Penyusunan RKP Desa 2027, Desa Girimulyo Prioritaskan Pembangunan dan Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

Ngawi, Gadabajranews.com – Pemerintah Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting sekaligus penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 di Balai Desa Girimulyo, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah pembangunan desa yang partisipatif sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Musyawarah dihadiri oleh Pemerintah Desa Girimulyo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait. Seluruh peserta secara aktif menyampaikan usulan dan masukan guna menentukan program prioritas pembangunan desa pada tahun 2027.

Kepala Desa Girimulyo, Nonot Tri Wahyono, menegaskan bahwa Musyawarah Desa merupakan tahapan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi wadah menyatukan berbagai aspirasi warga.

“Melalui Musyawarah Desa ini, kami ingin memastikan seluruh usulan masyarakat dapat diakomodasi dalam RKP Desa Tahun 2027. Selain itu, persoalan stunting menjadi perhatian utama karena menyangkut kualitas generasi penerus desa. Penanganannya harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak,” ujar Nonot Tri Wahyono.

Menurutnya, penyusunan RKP Desa tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program-program di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi desa menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh program yang disepakati benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif warga, pembangunan Desa Girimulyo dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam sesi Rembuk Stunting, peserta musyawarah melakukan identifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebab stunting di tingkat desa. Sejumlah langkah pencegahan kemudian dirumuskan, di antaranya melalui peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil, perbaikan sanitasi lingkungan, serta penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.

Selain membahas isu stunting, forum juga menampung berbagai usulan pembangunan dari masyarakat sebagai bahan penyusunan RKP Desa Tahun 2027. Usulan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pengembangan potensi ekonomi desa, hingga program pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui pelaksanaan Musdes ini, Pemerintah Desa Girimulyo berharap seluruh program yang telah dirumuskan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan desa pada tahun anggaran 2027. Dengan perencanaan yang matang, transparan, dan melibatkan partisipasi masyarakat, pembangunan di Desa Girimulyo diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *