ROKAN HULU |Gadabajranews.com – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat hingga tingkat desa. Di Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, tanaman jagung yang dibudidayakan pada lahan BUMDes menunjukkan perkembangan yang positif sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Sebagai bentuk komitmen terhadap program tersebut, Polsek Kabun melaksanakan pengecekan tanaman jagung kuartal I Tahun 2026 di lahan pertanian tumpang sari milik BUMDes Desa Aliantan, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Aliantan, Aipda Eddy S. Tampubolon, bersama Kasi Pemerintahan Desa Aliantan Aprial dan petani setempat Rahmat Sinaga. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga serta mendukung keberlanjutan lahan pertanian produktif sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung pipil yang ditanam di lahan seluas sekitar satu hektare dan dikelola oleh Herno tersebut tumbuh dengan baik. Pada usia tanam sekitar 45 hari, tinggi tanaman rata-rata telah mencapai 1,20 meter, menunjukkan perkembangan yang cukup optimal menuju masa produksi.
Kapolsek Kabun, AKP Efendi Lupino, S.H., S.E., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk swasembada pangan. Kami ingin memastikan lahan-lahan pertanian produktif tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar AKP Efendi Lupino.
Menurutnya, keberadaan lahan pertanian yang terpelihara dengan baik memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat kemandirian bangsa. Selain meningkatkan produksi jagung, pengembangan sektor pertanian juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat serta mengurangi ketergantungan terhadap komoditas pangan dari luar daerah maupun impor.
“Ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari daerah. Ketika lahan pertanian tetap produktif dan hasil panen terus meningkat, maka secara tidak langsung kita sedang memperkuat cadangan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” tambahnya.
Polsek Kabun berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kegiatan pertanian masyarakat sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat fondasi kemandirian pangan Indonesia dari tingkat desa.
Melalui sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat, lahan-lahan produktif di daerah diharapkan terus berkembang menjadi sumber pangan yang berkelanjutan guna mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing di sektor pangan













